CommoPlast

Oil rose on US stock draw, but geopolitical risks capped gains

The Energy Information Administration reported a 6 million-barrel decline in nationwide crude stocks, surpassing forecasts.



Acuan minyak mentah global ditutup lebih naik pada hari Rabu setelah penurunan stok minyak bumi AS yang lebih besar dari perkiraan, meski kenaikan dibatasi ketegangan geopolitik yang terus berlanjut dan tanda-tanda tren pasokan tidak merata.

Futures Brent naik $1,05, atau 1,6%, menjadi $66,84 per barel.

WTI naik 86 sen, atau 1,4%, menjadi $63,21.

Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan penurunan stok minyak bumi nasional sebesar 6 juta barel, melebihi perkiraan. Namun, risiko geopolitik terus menekan sentimen pasar. Moskow menolak upaya Barat merundingkan jaminan keamanan Ukraina tanpa keterlibatannya. Analis mencatat prospek gencatan senjata semakin menipis, menjaga tekanan sanksi tetap ada.

Di Asia, India kembali membeli minyak bumi Rusia dengan diskon untuk pengiriman September dan Oktober meski ada keberatan dari AS. Washington merespons dengan menerapkan tarif 25% terhadap ekspor India berlaku mulai 27 Agustus, meningkatkan ketegangan perdagangan antara kedua negara.

Para pedagang mengatakan penurunan stok AS memberikan sedikit dukungan, tetapi tidak cukup untuk mengubah pandangan pasar yang secara umum masih bearish. Harga futures minyak bumi tetap turun lebih dari 10% sepanjang tahun ini karena OPEC+ meningkatkan produksi dan risiko terhadap permintaan terus berlanjut di tengah kebijakan perdagangan AS.

 

Written: Aiman Haikal