![]() |
Oil gained more than 1% on US stock draw and geopolitical tensionsOil prices advanced on Wednesday, supported by a larger-than-expected fall in US crude inventories and renewed geopolitical risks. |
|
Harga minyak naik pada hari Rabu, didukung penurunan stok minyak bumi AS yang lebih besar dari perkiraan dan meningkatnya risiko geopolitik.
Futures minyak bumi Brent naik 83 sen, atau 1,2%, menjadi $68,05 per barel.
WTI naik 90 sen, atau 1,4%, menjadi $64,15. Kedua acuan ini sebelumnya turun lebih dari 2% di sesi lalu.
Data dari Badan Informasi Energi AS (EIA) terlihat stok minyak bumi turun sebesar 2,4 juta barel minggu lalu, dibanding perkiraan penurunan sebesar 1,9 juta barel. Stok distilat turun 1,8 juta barel, bertentangan dengan perkiraan kenaikan, sementara stok bensin turun 1,2 juta barel, lebih kecil dari proyeksi penurunan sebesar 2,2 juta barel.
Sentimen pasar juga dipengaruhi keputusan Washington menggandakan tarif impor dari India hingga mencapai 50% sebagai respons terhadap pembelian minyak bumi Rusia oleh New Delhi. Pada saat sama, ketegangan antara Rusia dan Ukraina meningkat dengan serangan baru terhadap infrastruktur energi, menambah kekhawatiran pasokan. Namun, Moskow menaikkan rencana ekspor minyak bumi bulan Agustus dari pelabuhan barat sebesar 200.000 barel per hari.
Written: Aiman Haikal