|
Freightos Baltic: Container rates firm slightly on pre-Lunar New Year demand and geopolitical unrestSome carriers are pursuing mid-month GRIs of over $4,000/FEU to Europe and above $5,500/FEU to the Mediterranean, while winter weather disruptions at European ports have temporarily constrained capacity. |
|
|
Route |
Cost (USD/FEU) |
Changes |
|
Updated on 13 January 2026 |
||
|
Asia – US West Coast |
$ 2,757 |
á5% |
|
Asia – US East Coast |
$ 4,033 |
á7% |
|
Asia – Northern Europe |
$ 2,978 |
â1% |
|
Asia – Mediterranean |
$ 4,851 |
- |
Baca lebih detail di Freightos
Tarif kontainer Asia–Eropa tetap tinggi minggu lalu, mendekati $3.000/FEU ke Eropa Utara dan $4.850/FEU ke Mediterania, level terakhir terlihat pada puncak musim panas. Permintaan awal pra-Tahun Baru Imlek, ditambah penambahan kapasitas terarah, menopang tarif, meski level spot harian terlihat sedikit pelemahan minggu ini.
Beberapa operator kapal mengupayakan GRI pertengahan bulan di atas $4.000/FEU ke Eropa dan lebih dari $5.500/FEU ke Mediterania, sementara gangguan cuaca musim dingin di pelabuhan-pelabuhan Eropa sementara waktu membatasi kapasitas. Para forwarder melaporkan arus kargo tetap kuat meski terdapat resistensi dari sebagian pembeli, khususnya di jalur Mediterania.
Volume impor AS diproyeksikan naik 6% sebulan pada Januari, menjadi kenaikan berurutan pertama sejak Juli, meski masih sekitar 5% lebih rendah dibanding tahun lalu, defisit tahunan diperkirakan berlanjut hingga April. Prospek terbaru National Retail Federation memperlihatkan volume 2026 sedikit menguat dibanding laporan lalu, mengindikasikan optimisme berhati-hati untuk restocking pascalibur.
Perkembangan geopolitik menambah ketidakpastian lebih lanjut terhadap arus kontainer global. Mahkamah Agung AS diperkirakan akan memutuskan pada Juni mengenai legalitas tarif IEEPA, kemungkinan putusan merugikan pemerintah memunculkan pertanyaan terkait keberlanjutan tarif dan potensi pengembalian dana.
Pernyataan AS mengenai tarif 25% yang menargetkan negara-negara yang berdagang dengan Iran dapat berdampak pada China jika diberlakukan, sementara ancaman penutupan Selat Hormuz terutama akan mengganggu transshipment di pelabuhan Jebel Ali, Dubai. Hal ini berpotensi memaksa pergeseran volume ke lokasi lain, kemungkinan ke hub Asia Selatan, yang dapat menimbulkan kemacetan dan tarif angkutan lebih tinggi, meskipun hanya 2–3% volume kontainer global yang akan terdampak.
Setiap perubahan politik di Iran yang mengurangi pengaruh Houthi dapat mempercepat kembalinya lalu lintas kontainer ke Laut Merah, di mana para operator kapal sudah mulai secara hati-hati melanjutkan operasi.
Written by: Farid Muzaffar