CommoPlast

Crude whipsawed from near-record intraday highs as Gulf shut-ins clash with sudden Russian sanction relief talks

The settlement figures mask a historic intraday short squeeze that briefly vaulted both benchmarks near $120 a barrel before fundamentally bearish policy rumors triggered a violent 5% post-settlement plunge.


Brent  NYMEX 


Pasar energi global mengalami volatilitas belum pernah terjadi sebelumnya pada hari Senin, ketika realitas fisik berupa tersumbatnya Selat Hormuz bertabrakan dengan sinyal mendadak mengenai potensi perubahan geopolitik besar terkait aliran energi Rusia.

Futures Brent akhirnya ditutup naik 6,8% ke $98,96 per barel,

sementara WTI AS naik 4,3% ke $94,77.

Namun, angka penutupan ini menutupi short squeeze intraday bersejarah yang sempat mendorong kedua benchmark mendekati $120 per barel, sebelum rumor kebijakan bersifat bearish secara fundamental memicu penurunan tajam sekitar 5% setelah penutupan perdagangan.

Lonjakan eksplosif pada awal sesi dipicu percepatan kehancuran pasokan fisik. Dengan Selat Hormuz efektif lumpuh, kapasitas penyimpanan regional mencapai batas kritis, memaksa penghentian produksi wajib di kepala sumur Saudi Aramco dan anggota OPEC lainnya di kawasan itu. Namun, pasar secara teknis sudah berada dalam kondisi overbought berbalik tajam ketika Presiden AS Donald Trump memberi sinyal kampanye militer itu “hampir selesai” dan berlangsung lebih cepat dari jadwal.

Aksi jual semakin cepat setelah penutupan perdagangan menyusul laporan Washington dan Moskow sedang aktif membahas pelonggaran sanksi minyak bumi Rusia untuk menekan lonjakan harga energi global.

Dampak makroekonomi dari situasi ini sudah memaksa berbagai intervensi drastis di sektor downstream, mulai dari lonjakan harga bahan bakar jet yang menekan saham maskapai penerbangan, hingga pembatasan harga bahan bakar darurat di Hungaria dan penutupan sekolah di Pakistan untuk menjaga pasokan lokal.

Fokus pasar kini sepenuhnya tertuju pada Gedung Putih, ketika pemerintah AS mempertimbangkan beberapa opsi kebijakan, termasuk pelepasan cadangan minyak strategis G7 secara terkoordinasi, pelonggaran aturan pengiriman dalam Jones Act, atau bahkan intervensi langsung di pasar futures untuk mematahkan momentum kenaikan ekstrem.

 

Written by: Aiman Haikal