CommoPlast

Pertamina initiated 21-day partial shutdown at Plaju refinery, halting PP production

The move effectively withdraws a key domestic supply stream at a time when regional trade flows is exceedingly tight. Thus, the decision to proceed also highlights a clear operational pivot.



PT Pertamina Patra Niaga memulai penghentian produksi terjadwal selama 21 hari untuk pemeliharaan di kompleks Refinery Unit III (RU III) Plaju di Sumatra Selatan, yang sementara menghilangkan pasokan propilena dan PP lokal dari pasar hingga awal Mei.

Turnaround itu, yang internal disebut “Partial Pit Stop 2026”, dimulai pada 12 April dan dijadwalkan berlangsung hingga 3 Mei. Gangguan ini menghentikan produksi unit residue fluid catalytic cracking (RFCC) berkapasitas 45.000 ton/tahun di lokasi itu, secara tajam mengurangi output propilena upstream dan memaksa penghentian penuh lini PP terintegrasi berkapasitas 47.000 ton/tahun, terutama ditujukan produksi grade film.

Langkah ini efektif menarik salah satu aliran pasokan lokal utama pada saat arus perdagangan regional sangat ketat. Dengan keputusan tetap melanjutkan juga menyoroti adanya pergeseran produksi yang jelas.

Keputusan itu juga mencerminkan perubahan arah produksi. Meskipun sebelumnya produsen sempat mempertimbangkan menunda pemeliharaan guna memanfaatkan margin lokal yang kuat, prospek penundaan lagi dapat memperparah keausan dan melemahkan integritas peralatan akhirnya menutup opsi itu. Maka penghentian ini mencerminkan pergeseran dari optimalisasi margin waktu pendek menuju pelestarian aset, dengan keandalan dan keselamatan produksi menjadi prioritas utama.

Witten by: Aiman Haikal



Country
Indonesia