|
Crude surged near $100 as downgraded diplomatic prospects amplify historic maritime blockadeCrude futures surged near $100 as downgraded expectations for US-Iran peace talks amplified the physical reality of a 13-million-barrel-per-day maritime supply disruption. |
|
Futures minyak bumi menguat dalam perdagangan hari Kamis, mendekati batas $100 seiring optimisme spekulatif terkait negosiasi damai AS–Iran cepat memburuk. Pasar future melakukan repricing ke level lebih tinggi setelah muncul laporan para negosiator menurunkan ekspektasi menjadi sekadar memorandum sementara, yang signifikan mengurangi kemungkinan tercapainya resolusi komprehensif atas blokade Selat Hormuz yang sedang berlangsung.
Kontrak internasional Brent naik $4,46 (4,7%) dan ditutup pada $99,39 per barel. Bersamaan minyak bumi WTI AS naik $3,40 (3,7%) menjadi $94,69.
Pergerakan harga bullish ini jelas mengabaikan retorika politik yang bertentangan mengenai kesepakatan segera tercapai, dan lebih berfokus pada realitas fisik semakin memburuk akibat gangguan pasokan berkepanjangan.
Pasokan fisik global terus memburuk dengan laju belum pernah terjadi sebelumnya. Model struktural pasar memperkirakan sekitar 13 juta barel per hari aliran minyak masih terganggu akibat penutupan jalur maritim. Defisit fisik akut ini kini signifikan menguras stok global, karena konsumen internasional agresif mencari pasokan alternatif untuk menggantikan volume dari Timur Tengah yang terhambat.
Tekanan struktural dihasilkan semakin terlihat pada indikator stok di AS. Stok komersial minyak bumi lokal mencatat penurunan tak terduga sebesar 913.000 barel, disertai penurunan bensin dan bahan bakar distilat akibat lonjakan permintaan ekspor. Prospek fundamental tetap sangat ketat, semakin diperkuat konfirmasi Departemen Keuangan AS bahwa mereka tidak akan memperpanjang pengecualian sanksi untuk alokasi minyak bumi tertentu dari Iran dan Rusia.
Written by: Aiman Haikal