CommoPlast

Freightos Baltic: Renewed Gulf escalation stokes freight risk, but trade flows remain largely intact

A US naval intervention in the Strait of Hormuz has shattered regional ceasefire stability, though global container rates remain heavily constrained by weak seasonal demand.



Route

Cost (USD/FEU)

Changes

Updated on 05 May 2026

Asia – US West Coast

$ 2,729

á 2%

Asia – US East Coast

$ 4,334

á 10%

Asia – Northern Europe

$ 2,588

â 3%

Asia – Mediterranean

$ 3,774

á 7%


Baca lebih detail di 
Freightos

Operasi angkatan laut Amerika Serikat baru diluncurkan untuk mengawal kapal komersial melalui Selat Hormuz memicu eskalasi serius dalam konflik regional, mengancam gencatan senjata pada konflik yang telah berlangsung hampir sebulan. Meskipun pasukan AS berhasil mengawal dua kapal berbendera AS melintasi jalur itu, transit ini memicu keterlibatan militer langsung, mengakibatkan tenggelamnya beberapa kapal cepat Iran serta serangan drone dan rudal balasan dari Iran terhadap Uni Emirat Arab.

Terlepas intervensi agresif ini, cakupan produksi terbatas kemungkinan tidak akan sepenuhnya membuka kembali Selat itu atau signifikan meredakan kendala pasokan minyak global, sehingga jaringan kontainer dan kargo udara beroperasional tetap tidak berubah.

Operator pelayaran laut tetap menghadapi tekanan harga berkelanjutan akibat tingginya harga bahan bakar kapal (bunker), meskipun kekurangan fisik bahan bakar masih minim. Namun, dinamika permintaan musiman yang biasanya lemah dengan signifikan membatasi efektivitas penerapan biaya tambahan bahan bakar darurat dan rencana kenaikan tarif.

Rute transpasifik terlihat ketahanan paling kuat, tarif spot naik 2% ke Pantai Barat AS dan meningkat 10% ke Pantai Timur. Ini mencerminkan kenaikan kumulatif sekitar $1.000 per FEU, atau 50%, sejak konflik dimulai. Meskipun kenaikan ini cukup signifikan selama periode permintaan rendah, nilainya masih sejalan dengan level sebelum Tahun Baru Imlek, berada jauh di bawah puncak krisis historis, dan konsisten tidak mencapai target General Rate Increase (GRI) yang ditetapkan operator.

Sebaliknya, daya tawar harga pada rute Asia-Eropa terus melemah. Tarif ke Eropa Utara sebagian besar kembali ke tingkat sebelum konflik, hanya sekitar $100 per FEU di atas level akhir Februari, sementara harga ke Mediterania bahkan turun di bawah tingkat sebelum perang. Meskipun tarif Asia–Mediterania sempat melonjak 7% minggu lalu, harga harian kembali turun, menghapus kenaikan itu dan menegaskan kesulitan struktural dihadapi operator dalam menahan kenaikan tarif.

Ke depan, dampak inflasi dari konflik ini mulai menimbulkan tekanan besar terhadap permintaan. Kenaikan biaya modal dan keterbatasan pasokan memperlambat aktivitas manufaktur di Asia Timur, berpotensi mengancam volume pada musim puncak.

Pada saat sama, perubahan pola belanja konsumen di AS dapat semakin menekan permintaan kontainer ke depan, sementara meningkatnya ketegangan bilateral terkait sanksi baru AS terhadap minyak Iran berisiko mempersulit pertemuan dagang Trump–Xi yang akan datang di Beijing.

Written by: Farid Muzaffar