CommoPlast

EIA: Oil stocks sink as Iran conflict continues to drive stronger export-led draw

US commercial crude oil inventories fell sharply by 4.3 million barrels in the week ended 8 May to 452.9 million barrels, as the Iran war roiled oil markets and buyers increasingly turned to US barrels for supply.



Stok minyak bumi komersial AS turun tajam sebesar 4,3 juta barel pada minggu yang berakhir 8 Mei menjadi 452,9 juta barel, seiring perang Iran mengguncang pasar minyak dan pembeli semakin beralih ke minyak AS untuk pasokan.

Penurunan itu lebih besar dari ekspektasi pasar, analis dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan penurunan sebesar 2,1 juta barel, yang memperlihatkan keseimbangan minyak bumi lebih ketat dari perkiraan. Stok kini sekitar 0,3% di bawah rata-rata musiman lima tahun.

Stok minyak bumi turun di tengah peningkatan ekspor, EIA mencatat penguatan arus keluar menjadi faktor utama penurunan mingguan karena ketegangan geopolitik mengganggu jalur perdagangan dan mengalihkan permintaan ke AS. Pada saat sama, produksi minyak bumi lokal naik sebesar 137.000 barel per hari.

Impor minyak bumi rata-rata sebesar 5,9 juta barel per hari, naik 424.000 barel per hari dibanding minggu lalu, meskipun kenaikan ini diimbangi ekspor lebih kuat. Total stok bensin motor turun 4,1 juta barel, memperlebar defisit menjadi 5% di bawah rata-rata lima tahun, sementara stok distilat naik tipis 0,2 juta barel tetapi masih 9% di bawah norma musiman.

Aktivitas kilang juga menguat, input minyak bumi naik 369.000 barel per hari menjadi 16,4 juta barel per hari, dan utilisasi meningkat menjadi 91,7%. Produksi bensin naik menjadi 9,8 juta barel per hari, sementara output distilat sedikit turun menjadi 4,8 juta barel per hari, mencerminkan dinamika produk beragam.


Written by: Farid Muzaffar