CommoPlast

Resilient export logistics and de-escalation sentiment depressed oil benchmarks despite positive weekly print

Oil prices fell over 2% on Friday as mounting de-escalation confidence and resilient Omani export flows overshadowed a weekly benchmark advance and Hezbollah's rejection of the Levant truce.


Brent  NYMEX 


Harga minyak memperpanjang pelemahan pada hari Jumat seiring meningkatnya keyakinan pasar terhadap deeskalasi konflik yang menghapus sebagian risiko geopolitik, meskipun kedua acuan utama tetap mencatat kenaikan mingguan pertama dalam tiga minggu terakhir.

Kontrak Brent internasional turun $1,94 (2,04%) ditutup pada level $93,09/barel, sementara minyak bumi WTI AS melemah $2,50 (2,69%) menjadi $90,54/barel. Secara akumulatif dalam sepekan, Brent masih menguat 1,18% dan WTI naik 3,64%, mencerminkan volatilitas sangat tinggi pada pertengahan pekan sebelum aksi likuidasi posisi di pasar future menjelang penutupan perdagangan.

Infrastruktur ekspor menunjukkan ketahanan bersifat lokal, terminal Mina al Fahal di Oman tetap mempertahankan aktivitas pemuatan tanpa gangguan untuk kapasitas ekspornya sebesar 800.000 hingga 900.000 barel per hari setelah terjadi ledakan taktis di dekat area tambatan kapal. Kelancaran logistik ini berhasil menjaga arus pasokan regional tetap berjalan meskipun kerangka diplomatik lebih luas kembali menghadapi ketegangan.

Di kawasan Levant, pimpinan Hezbollah resmi menolak kerangka gencatan senjata Israel-Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat, sehingga memperumit salah satu prasyarat utama Iran untuk mencapai kesepakatan perdamaian komprehensif dengan Washington dan membuat Selat Hormuz tetap berada dalam kondisi pembatasan signifikan.

Ketersediaan cadangan di sektor downstream dan perubahan arus perdagangan Asia terus membatasi potensi kenaikan harga waktu pendek meskipun terjadi blokade lokal cukup parah. Akibat blokade angkatan laut Amerika Serikat masih berlangsung, ekspor minyak Iran turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir.

Namun, lemahnya permintaan pengolahan minyak di China bersamaan menekan diferensial harga spot minyak yang terkena sanksi. Di saat sama, pengelolaan stok lebih optimal serta pengalihan jalur rantai pasok berhasil mencegah terjadinya kekurangan pasokan fisik langsung di pasar internasional.