CommoPlast

Bilateral strike suspension and nominal OPEC+ target hikes limit oil benchmark advances after early 5% surge

Oil finished higher as a tentative halt to direct Israel-Iran strikes neutralized an early 5% surge, while expanding Red Sea shipping threats and a nominal OPEC+ output hike left physical balances structurally constrained.


Brent  NYMEX 


Harga minyak bumi ditutup menguat pada hari Senin, meskipun sebagian besar lonjakan awal sebesar 5% terkikis setelah Iran dan Israel mengumumkan penghentian sementara operasi militer langsung di antara kedua negara.

Kontrak Brent internasional naik sebesar $1,16 (1,3%) dan ditutup pada level $94,25 per barel, sementara minyak bumi WTI Amerika Serikat menguat 76 sen (0,8%) menjadi $91,30 per barel.

Sesi perdagangan sangat volatil ini menandai kenaikan harga sebesar 31% hingga 37% pada berbagai acuan global sejak konflik dimulai 100 hari lalu, risiko waktu pendek mulai menyusut setelah kedua negara merespons intervensi diplomatik tingkat eksekutif dari Washington.

Lonjakan tajam pada awal sesi dipicu eskalasi serius terjadi selama akhir minggu, termasuk serangan Israel terhadap fasilitas petrokimia di wilayah barat daya Iran dan serangan balasan menargetkan Haifa. Meskipun keterlibatan militer langsung untuk sementara dihentikan, Teheran mensyaratkan gencatan senjata itu pada penghentian total operasi Israel di Lebanon, sehingga jalur strategis Selat Hormuz tetap berada dalam kondisi pembatasan signifikan. Risiko geopolitik terhadap pelayaran juga semakin meningkat setelah Iran mengumumkan rencana penerapan biaya transit bersyarat bersama Oman serta pembentukan sabuk keamanan maritim yang membentang hingga Selat Bab El-Mandeb, diperkuat ancaman kelompok Houthi untuk melarang kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Israel melintasi Laut Merah.

Keterbatasan pasokan masih berlanjut meskipun terdapat penyesuaian kebijakan dari negara-negara produsen, setelah OPEC+ menyepakati kenaikan target produksi nominal untuk keempat kalinya berturut-turut dalam empat bulan terakhir. Analisis berbagai lembaga memperkirakan dampak fisik dari kenaikan target itu akan sangat terbatas, mengingat kapasitas produksi negara-negara anggota masih terhambat blokade maritim serta kerusakan infrastruktur Rusia akibat serangan drone Ukraina.

Pada saat sama, penyesuaian di sektor downstream terus berlangsung di Asia, di mana Arab Saudi memberlakukan pemangkasan harga jual resmi (OSP) untuk pengiriman Juli selama dua bulan berturut-turut guna menahan pangsa pasar di tengah terganggunya jaringan logistik regional.

Written by: Aiman Haikal