CommoPlast

Freightos Baltic: Transpacific rates jump 8% as peak season demand outpaces oil market risk

Carriers are preparing further increases for early July, and how well those hikes stick will offer the clearest signal yet of where this year's peak season stands.



Route

Cost (USD/FEU)

Changes

Updated on 30 June 2026

Asia – US West Coast

$ 6,234

á 8%

Asia – US East Coast

$ 7,410

á 8%

Asia – Northern Europe

$ 4,898

á 3%

Asia – Mediterranean

$ 6,373

á 2%

Baca lebih detail di Freightos

Tarif spot Transpasifik menuju pantai barat dan timur AS masing-masing naik 8% pekan lalu. Tarif ke Pantai Barat AS mencapai sekitar $6.200/FEU, naik 120% sejak pertengahan Mei, sementara tarif ke Pantai Timur AS mencapai $8.000/FEU, meningkat 85% dalam periode sama. Tarif Asia–Eropa naik lebih moderat sebesar 2-3%, Eropa Utara berada di $4.900/FEU dan Mediterania di $6.500/FEU, masing-masing masih lebih tinggi 70% dan 85% dibanding pertengahan Mei. Tarif ke Pantai Timur kini berada $1.000/FEU di atas puncak musim pengiriman akibat frontloading tahun lalu, tarif ke Pantai Barat melampaui level tertinggi 2025, sementara tarif ke Eropa Utara dan Mediterania masing-masing berada $1.300/FEU dan $3.000/FEU di atas puncak musiman tahun lalu.

Kemacetan pelabuhan semakin memperkuat tekanan kenaikan tarif karena lonjakan volume membebani pelabuhan-pelabuhan utama di Asia Selatan, Timur Jauh, dan Eropa, sehingga menyebabkan keterlambatan secara efektif mengurangi kapasitas pasar. Kondisi ini terjadi ketika perusahaan pelayaran mengalihkan kapasitas kapal dari rute sekunder untuk melayani jalur utama timur-barat, sebuah langkah kini turut mendorong kenaikan tarif di rute-rute sekunder. Perusahaan pelayaran tengah mempersiapkan kenaikan tarif tambahan pada awal Juli, dan sejauh mana kenaikan itu dapat dipertahankan akan menjadi indikator paling jelas mengenai kekuatan musim puncak pengiriman tahun ini.

Pendorong utama kenaikan ini adalah permintaan, bukan pasar minyak. Musim puncak pengiriman tahun ini datang lebih awal dari biasanya, mendorong tarif naik tajam sejak pertengahan Mei akibat kombinasi pengirim mempercepat pengiriman menjelang kenaikan bunker adjustment factor (BAF) pada Juli, manufaktur menaikkan harga produk, serta importir AS berlomba memasukkan barang sebelum tenggat penerapan tarif baru.

Apabila lonjakan ini memang terutama dipicu percepatan pengiriman itu, maka puncak musim datang lebih awal logis juga berpotensi berakhir lebih cepat, bahkan secepatnya pada Juli. Namun, kemacetan pelabuhan dapat memperumit skenario itu karena keterlambatan terus berlanjut di pelabuhan-pelabuhan padat berpotensi menahan tingginya volume pengiriman dan tarif lebih lama dari harapan para pengirim.

Risiko geopolitik juga masih membayangi pasar. Perundingan antara AS dan Iran menuju kesepakatan damai permanen masih berlangsung, meskipun beberapa kali diwarnai ketegangan, sementara Iran terus berupaya menegaskan kendali penuh atas jalur pelayaran di Selat Hormuz. Volume ekspor minyak dari kawasan Teluk mulai pulih setelah lalu lintas laut sempat dihentikan pada akhir pekan menyusul serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas serta sejumlah lokasi di Bahrain dan Kuwait, Teheran kini mengarahkan seluruh kapal untuk hanya melintasi jalur utara di sepanjang pesisir Iran di bawah koordinasi otoritas Iran.

Upaya evakuasi IMO melalui jalur selatan di sisi Oman dihentikan setelah Iran menyerang sebuah kapal kontainer yang tidak menggunakan jalur pelayaran ditetapkan Iran. Insiden itu kembali menegaskan situasi keamanan masih sangat rapuh dan sewaktu-waktu dapat kembali mengganggu pasar pelayaran global.

Written by: Farid Muzaffar