CommoPlast

Oil ended July on a high note as Hormuz tanker reports rattle supply outlook

The price surge unfolded against a mixed supply and demand backdrop. EIA data released Friday showed US crude output slipping about 2% in May from April's record high.


Brent  NYMEX 


Harga minyak bumi ditutup naik lebih dari $1/barel pada hari Jumat, mengakhiri bulan Juli dengan kenaikan bulanan terkuat sejak Maret, setelah laporan dari Iran mengenai kapal tanker yang terpaksa berbalik arah di Selat Hormuz memicu kembali kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak bumi global.

Brent ditutup pada $90,12/barel, naik $1,09 atau 1,2%, sementara WTI AS ditutup pada $84,67/barel, naik $1,08 atau 1,3%. Kedua acuan itu mencatat kenaikan bulanan yang tajam, Brent melonjak 24% dan WTI naik 21% sepanjang Juli, menjadikannya salah satu reli bulanan terkuat yang pernah dicatat kedua acuan itu dalam beberapa tahun terakhir.

Lonjakan harga terjadi di tengah kondisi pasokan dan permintaan beragam. Data EIA yang dirilis pada hari Jumat terlihat produksi minyak bumi AS turun sekitar 2% pada Mei dibanding rekor tertinggi April, meskipun ekspor meningkat ke rekor tertinggi baru untuk bulan kedua berturut-turut. Di sisi permintaan, tingginya harga mulai memberikan dampak, total konsumsi minyak bumi dan produk turunannya turun lebih dari 3,5% pada Mei menjadi sekitar 20,1 juta barel per hari, level terendah sejak Maret 2025.

Meskipun permintaan melemah, para analis masih optimistis terhadap arah harga. Survei Reuters terhadap 31 ekonom dan analis memperkirakan harga rata-rata Brent pada 2026 sebesar $85,22/barel, lebih tinggi dibanding proyeksi Juni sebesar $84,50/barel, memperlihatkan pasar masih memperkirakan risiko gangguan pasokan akan lebih dominan dibanding pelemahan konsumsi dalam beberapa bulan datang.

Written by: Farid Muzaffar