|
Oil closed mixed as surprise US inventory build dampens Hormuz reopening hopesGlobal crude benchmarks ended mixed on Wednesday, stalling a severe two-day sell-off as an unexpected build in US inventories countered cautious optimism over a diplomatic resolution in the Strait of Hormuz. |
|
Harga acuan minyak bumi global ditutup bervariasi pada hari Rabu, menghentikan aksi jual tajam selama dua hari berturut-turut setelah kenaikan stok minyak bumi AS yang tidak terduga mengimbangi optimisme hati-hati terkait potensi penyelesaian diplomatik di Selat Hormuz.
Minyak bumi Brent ditutup naik 9 sen, atau 0,11%, menjadi US$79,45/barel. Sementara minyak bumi West Texas Intermediate (WTI) AS turun 55 sen, atau 0,73%, menjadi US$75,22/barel.
Arah pergerakan harga masih dibayangi sinyal geopolitik saling bertentangan. Presiden AS Donald Trump mengklaim negosiasi positif dengan Teheran sedang berlangsung, sementara Iran dengan tegas membantah adanya pembicaraan damai sedang berjalan. Namun Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi kesepahaman yang dimediasi Oman untuk mengelola Selat Hormuz sedang memasuki tahap finalisasi. Potensi dibukanya kembali jalur pelayaran yang historis menangani sekitar 20% arus perdagangan minyak bumi global membatasi sentimen bullish, meskipun pasar masih meragukan keberlanjutan dari setiap kesepakatan diplomatik yang mungkin tercapai.
Tekanan terhadap harga acuan AS semakin besar akibat data pasokan lokal yang bearish. US Energy Information Administration (EIA) melaporkan kenaikan stok minyak bumi mengejutkan sebesar 2,5 juta barel menjadi 407 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi pasar memperkirakan penurunan sebesar 1,5 juta barel. WTI juga menghadapi tekanan tambahan setelah stok di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, meningkat di luar perkiraan seiring kilang lokal mengurangi tingkat pengolahan.
Namun, pelemahan harga berhasil dibatasi meningkatnya gangguan pasokan fisik di luar kawasan Teluk. Di Laut Merah, kelompok Houthi menyerang sebuah kapal tanker minyak Arab Saudi di dekat pelabuhan ekspor Yanbu. Sementara arus pengiriman komoditas melalui Laut Hitam masih terganggu akibat serangan terhadap infrastruktur regional, memaksa penghentian produksi berulang kali di jalur Caspian Pipeline Consortium, salah satu rute utama ekspor minyak bumi Kazakhstan. Di sektor downstream, permintaan dasar memperoleh sedikit dukungan setelah China melonggarkan pembatasan ekspor bahan bakar untuk bulan Agustus.
Written by: Aiman Haikal