|
EIA: US crude stocks surge in massive build as export collapse and import influx overwhelm refinersThe massive build abruptly narrowed commercial inventory deficits to roughly 2% below the five-year seasonal average. |
|
Stok minyak bumi komersial AS melonjak 17,4 juta barel dalam pekan berakhir pada 7 Agustus menjadi 424,4 juta barel, mencatat akumulasi mingguan terbesar sejak awal 2023 karena penurunan tajam ekspor dan masuknya minyak bumi asing membanjiri tangki penyimpanan lokal. Kenaikan stok sangat besar itu secara tiba-tiba mempersempit defisit stok komersial menjadi sekitar 2% di bawah rata-rata musiman lima tahun.
Akumulasi stok itu terutama didorong gangguan parah pada arus perdagangan. Ekspor minyak bumi anjlok 627.000 barel per hari (bpd) menjadi 3,06 juta bpd, sementara impor minyak bumi melonjak 1,14 juta bpd menjadi rata-rata 7,34 juta bpd. Input minyak bumi ke kilang relatif tidak berubah pada 17,18 juta bpd, menahan utilisasi kapasitas produksi pada level tinggi sebesar 96,2%. Secara bersamaan, stok Strategic Petroleum Reserve (SPR) kembali menyusut 6,1 juta barel menjadi 298,7 juta barel seiring percepatan penarikan resmi.
Berbeda tajam dengan kenaikan stok minyak bumi, keseimbangan produk downstream terus mengetat di seluruh barrel. Total stok bensin motor turun 1,0 juta barel menjadi 208,7 juta barel, berada 6% di bawah rata-rata lima tahun, sementara produksi bensin jadi turun tipis menjadi 9,68 juta bpd. Stok bahan bakar distilat turun 0,1 juta barel menjadi 107,1 juta barel, menahan defisit struktural sebesar 12% di bawah baseline historis meskipun produksi kilang stabil pada 5,31 juta bpd. Sementara stok propana/propilena bertambah 1,9 juta barel menjadi 105,0 juta barel, tetap 31% di atas rata-rata musiman.
Perubahan dramatis dari level terendah dalam beberapa tahun pada akhir Juli menyoroti meningkatnya friksi di sepanjang rute pelayaran internasional, di mana jalur ekspor lumpuh membuat minyak bumi yang belum tersalurkan tertahan di fasilitas penyimpanan lokal, sementara buffer produk downstream tetap berada pada level sangat tipis.
Written by: Aiman Haikal