|
Oil edged lower as Strait of Hormuz diplomacy counters modest US inventory buildGlobal crude oil futures settled lower on Wednesday following a volatile session, extending the week’s retreat as market participants continued to trim geopolitical risk premiums amid advancing diplomatic negotiations over navigational arrangements in the Strait of Hormuz. |
|
Global kontrak future minyak bumi ditutup lebih rendah pada Rabu setelah sesi yang volatil, melanjutkan penurunan minggu ini karena pelaku pasar terus memangkas risiko geopolitik di tengah kemajuan negosiasi diplomatik mengenai pengaturan navigasi di Selat Hormuz.
Minyak bumi Brent sebagai benchmark internasional turun 74 sen, atau 0,84%, menjadi $87,84 per barel.
West Texas Intermediate (WTI) AS turun 13 sen, atau 0,16%, menjadi $82,23 per barel.
Kedua kontrak itu sempat turun ke level terendah intraday sejak 10 Agustus selama sesi sebelum memangkas kerugian. Tekanan penurunan terutama didorong pembicaraan bilateral antara Iran dan Oman yang bertujuan menyelesaikan rincian operasional koridor pelayaran bersama dan pembagian pendapatan jalur air. Keterlibatan diplomatik tersebut mendorong trader memperhitungkan kemungkinan yang lebih rendah terhadap gangguan maritim dan konfrontasi militer berkepanjangan, sehingga menghapus sebagian risiko regional.
Namun, transit fisik melalui chokepoint tersebut masih terbatas, dengan data awal pelacakan kapal mencatat hanya lima kapal pengangkut komoditas yang melewati jalur air tersebut pada Selasa, turun dari rata-rata 10 hari sebanyak 15 kapal. Saluran diplomatik yang lebih luas juga menunjukkan perkembangan, didukung oleh kemajuan dalam pembicaraan Pakistan-Iran dan pertemuan de-eskalasi yang dijadwalkan melibatkan pejabat Qatar di Teheran.
Momentum penurunan hari itu tertahan data stok AS yang mendukung. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok komersial minyak bumi naik 95.000 barel menjadi 428,9 juta barel untuk minggu yang berakhir pada 21 Agustus, jauh di bawah proyeksi kenaikan sebesar 597.000 barel. Penurunan lebih lanjut juga tertahan oleh gangguan pasokan di Eropa Timur setelah serangan drone menghentikan pemrosesan minyak bumi di kilang NORSI milik Rusia.
Written by: Aiman Haikal