Apr 04, 2025 1:39 a.m.

ExxonMobil and Sabic to mothball ethylene crackers in Europe

ExxonMobil and Sabic to mothball ethylene crackers in Europe

Title

Available in

Raksasa petrokimia internasional ExxonMobil dan Sabic telah berencana menghentikan produksi cracker ethylene mereka di Eropa karena meningkatnya harga energi di zona itu ditambah peningkatan kapasitas ethylene global, sangat mengurangi profitabilitas.

ExxonMobil berencana menutup steam cracker berkapasitas 400,000 ton/tahun bersama dengan unit downstream PP dan PE lokasi Gravenchon di Port-Jérôme-sur-Seine, Prancis pada tahun 2024. Pada tahun 2025, sekitar 677 pekerja di plant itu akan diberhentikan.

Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengatakan, “Meskipun ada upaya mengurangi modal dan meningkatkan perekonomian komplek, namun tidak kompetitif. Konfigurasi steam cracker, ukurannya kecil dibanding unit yang lebih baru, biaya operasional tinggi di Eropa dan harga energi yang naik menjadikannya tidak kompetitif.”

Sejak 2018, plant itu mengalami akumulasi kerugian lebih dari $530 juta.

Di sisi lain, Sabic membuat enam unit di kompleks Geleen, Belanda offline untuk pemeliharaan rutin. Namun, perusahaan tidak memiliki berencana menghidupkan kembali unit Olefin 3 dan akan diputuskan sambungannya dari fasilitas itu.

Olefin No 3 milik Sabic dibangun pada awal tahun 1970an dengan kapasitas ethylene yang ditambah sebesar 550.000 ton/tahun. Plant tersebut  menghadapi tantangan ganda, yaitu dekarbonisasi Eropa, infrastruktur yang menua dan juga faktor ekonomi.

Perusahaan akan mengoperasikan plant Olefin no 4 dengan produksi ethylene sebesar 675.000 ton/tahun secara normal setelah maintenance. Kompleks Geleen memiliki hampir 800.000 ton/tahun PE dan 600.000 ton/tahun PP.