Media: China urges refineries to shift focus to petrochemical amid falling fuel demand
Market participants are closely monitoring the policy shift’s impact, particularly its execution across the industry. With state-owned refiners dominating the market, widespread compliance is expected.

China mendorong refinery di dalam negeri untuk beralih dari fokus memproduksi bahan bakar menjadi peningkatan output produksi produk-produk petrokimia, sejalan dengan lanskap energi negara yang terus berkembang, menurut laporan Bloomberg. Arahan ini, dikeluarkan selama sidang ketiga Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14, muncul seiring dengan ekspansi cepat kendaraan listrik (EV) yang mengubah pola konsumsi lokal untuk solar dan bensin.
Langkah ini menegaskan pengakuan pemerintah atas penurunan struktural dalam permintaan bahan bakar tradisional yang didorong transisi ke EV. Pada saat yang sama, permintaan untuk petrokimia bernilai tinggi terus meningkat, memperkuat pentingnya strategis sektor ini.
Para pelaku pasar dengan cermat memantau dampak pergeseran kebijakan ini, terutama pelaksanaannya di seluruh industri. Dengan dominasi kilang milik negara di pasar, kepatuhan diperkirakan meluas. Namun, kilang independen menghadapi tekanan tambahan, bergulat dengan margin yang menyempit dan insentif pajak berkurang. Awal bulan ini, Bloomberg melaporkan pengembalian pajak bahan bakar di pusat penyulingan utama, termasuk Shandong, dikurangi dari 100% menjadi 60%, semakin memperketat kondisi sektor ini.
Written by: Derek Yong