Oil fell more than 2% on higher US stockpiles and concerns over US tariffs
Oil fell more than 2% on higher US stockpiles and concerns over US tariffs

Harga minyak terus mengalami penurunan untuk empat sesi berturut-turut pada Rabu, 5 Maret 2025, mencapai level terendah sejak Agustus 2021. Penurunan ini dipicu kenaikan tajam pada stok minyak bumi AS serta kekhawatiran terus berlanjut terkait pembatasan perdagangan baru-baru ini oleh AS.
Brent crude turun sebesar $1,74, atau 2,45%, menjadi $69,30 per barel.
WTI turun sebesar $1,95, atau 2,86%, menjadi $66,31 per barel.
Data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan stok minyak bumi naik sebesar 3,6 juta barel menjadi 433,8 juta barel pada minggu lalu, jauh melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan sebesar 341.000 barel. Kenaikan ini didorong pemeliharaan musiman di kilang-kilang, yang memperkuat tekanan sisi pasokan meski stok bensin dan distilat menurun karena ekspor menguat.
Namun, pasar melihat pergeseran kecil dalam sentimen karena investor mempertimbangkan potensi penyesuaian terhadap langkah-langkah perdagangan AS. Meskipun tarif luas pada impor dari Kanada dan Meksiko tetap berlaku, diskusi di dalam pemerintah AS dilaporkan mencakup kemungkinan keringanan atas bea 10% yang memengaruhi produk energi Kanada.
Written by: Derek Yong