Oil prices edged higher on weaker dollar, but markets remained cautious
Oil prices edged higher on weaker dollar, but markets remained cautious

Harga minyak ditutup sedikit naik pada hari Selasa, 11 Maret 2025, didukung melemahnya dolar AS, meski kenaikan tetap terbatas karena ekspektasi pasokan dan kekhawatiran atas kenaikan tarif AS terhadap Kanada.
Brent crude futures naik 28 sen, atau 0,4%, menjadi $69,56 per barel.
WTI crude naik 22 sen, atau 0,3%, menjadi $66,25 per barel.
Sentimen pasar tetap berhati-hati setelah pemerintah AS mengumumkan tarif tambahan sebesar 25% pada semua impor baja dan aluminium dari Kanada, membuat total bea pada produk-produk tersebut menjadi 50%. Langkah ini telah dijadwalkan mulai berlaku tengah malam 11 Maret (GMT-4) memperkuat kekhawatiran atas gangguan perdagangan global.
Sementara itu, perkembangan terkait output tetap menjadi fokus karena Badan Informasi Energi AS (EIA) memproyeksikan produksi minyak bumi lokal akan naik menjadi 13,61 juta barel per hari (bpd) tahun ini, melampaui perkiraan sebelumnya. Hal ini menambah kekhawatiran pasokan, terutama karena OPEC+ bersiap meningkatkan output pada bulan April.
Ke depan, investor menantikan data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Rabu untuk sinyal lebih lanjut kebijakan suku bunga, faktor kunci yang membentuk pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi negara itu.
Written by: Derek Yong