Oil prices inched up on US stockpile decline, but trade uncertainties lingered
Oil prices inched up on US stockpile decline, but trade uncertainties lingered

Indeks minyak bertahan di level tertinggi dalam satu bulan saat para trader terus mempertimbangkan dampak penurunan stok minyak bumi AS yang lebih banyak dari perkiraan. Namun, sentimen ini tertekan potensi dampak dari eskalasi pembatasan perdagangan terhadap permintaan global.
Harga future Brent crude naik 24 sen menjadi $74,03 per barel.
Sementara itu, minyak bumi West Texas Intermediate (WTI) menguat 27 sen menjadi $69,92.
Sentimen tetap terdorong laporan Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan penurunan stok minyak bumi AS lebih banyak dari perkiraan, yakni sebesar 3,3 juta barel.
Namun, optimisme ini terbatas akibat prospek pembatasan impor lebih ketat dari AS. Pada Rabu, pemerintah AS mengumumkan tarif impor sebesar 25% untuk mobil dan suku cadang otomotif, yang akan mulai berlaku masing-masing pada 2 April dan 3 Mei.
Sementara itu, Reliance Industries asal India produsen kompleks penyulingan terbesar di dunia dilaporkan menghentikan impor minyak bumi dari Venezuela untuk menghindari tarif 25% AS yang dikenakan pada pembeli minyak dari negara yang terkena sanksi itu.
Written by: Derek Yong