Oil gains capped by surplus risks despite inventory draw
Additional support came from expectations that the Federal Reserve could cut interest rates in September, potentially boost consumption and easing financing costs for oil storage.

Harga minyak relatif stabil pada hari Jumat, dengan para pedagang mempertimbangkan kemajuan tentatif dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina terhadap ekspektasi surplus pasokan ke depannya.
Minyak bumi Brent naik 6 sen, atau 0,1%, menjadi $67,73 per barel,
sementara West Texas Intermediate naik 14 sen, atau 0,2%, menjadi $63,66. Sepanjang minggu, Brent menguat 2,9% dan WTI bertambah 1,4%.
Sentimen pasar didukung negosiasi yang belum menghasilkan kesepakatan antara AS dan Rusia, yang belum memberikan kejelasan mengenai penyelesaian konflik. Harga juga mendapat dukungan tambahan dari permintaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, setelah data pemerintah terlihat stok minyak bumi turun 6 juta barel dalam minggu yang berakhir pada 15 Agustus, jauh melampaui perkiraan penurunan sebesar 1,8 juta barel.
Dukungan tambahan datang dari ekspektasi Federal Reserve dapat memangkas suku bunga pada bulan September, yang berpotensi mendorong konsumsi dan meringankan biaya penyimpanan minyak.
Meski demikian, para pedagang tetap berhati-hati karena risiko dari sisi pasokan terus meningkat. Para analis memperingatkan pasar global sedang menuju surplus besar dalam beberapa kuartal datang, seiring melemahnya permintaan pasca puncak konsumsi musim panas dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Ancaman terbaru Washington memberlakukan tarif 50% pada impor minyak Rusia dari India turut menambah ketidakpastian terhadap prospek perdagangan minyak global, meski potensi kelebihan pasokan terus membatasi kenaikan harga.
Written: Farid Muzaffar