Jan 10, 2026 5:39 p.m.

Oil plunged to multi-year lows on easing geopolitical risks and demand concerns

Crude oil futures extended losses on Tuesday, settling at their lowest levels since February 2021, as the potential de-escalation of the Russia-Ukraine conflict and weak Chinese economic data amplified fears of a looming global supply glut.

Title

Available in

Futures minyak bumi memperpanjang penurunan pada hari Selasa, ditutup pada level terendah sejak Februari 2021, seiring potensi meredanya konflik Rusia–Ukraina dan lemahnya data ekonomi China memperkuat kekhawatiran akan kelebihan pasokan global yang semakin membesar.

Futures minyak bumi Brent ditutup turun tajam ke level $58,92 per barel, merosot $1,64 atau 2,71%, sekaligus menembus level psikologis $60.

WTI mengikuti tren sama, ditutup $55,27 per barel, turun $1,55 atau 2,73%. Ini merupakan level penutupan terendah untuk futures minyak dalam hampir lima tahun terakhir.

Sentimen pasar sangat dipengaruhi laporan mengenai kemajuan dalam negosiasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Prospek tercapainya kesepakatan itu mendorong pelaku pasar memperhitungkan potensi pelonggaran sanksi, yang bisa mengakibatkan lonjakan volume minyak bumi Rusia kembali ke pasar global.

Memperburuk sentimen bearish, data ekonomi China terlihat pelemahan, di mana pertumbuhan output pabrik melambat ke level terendah dalam 15 bulan dan penjualan ritel tumbuh pada laju paling lambat sejak akhir 2022. Para analis menyoroti indikator-indikator ini memicu kekhawatiran permintaan global tidak cukup kuat menyerap pertumbuhan pasokan yang terjadi baru-baru ini. 


Written by: 
Aiman Haikal