Oil fell as projected 2026 surplus outweighs Venezuela risk premium
The market weighed expectations of an ample global supply glut against the immediate geopolitical uncertainty surrounding the US capture of Venezuelan leader Nicolas Maduro.
Brent NYMEX
Harga minyak ditutup turun pada Selasa karena para pedagang mengabaikan perkembangan geopolitik waktu dekat dan berfokus pada meningkatnya kekhawatiran terhadap meluasnya surplus pasokan global. Dukungan awal penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, oleh AS memudar seiring data institusional terbaru menegaskan ketidakseimbangan struktural kian besar antara kenaikan produksi dan pertumbuhan permintaan lesu.
Minyak bumi Brent turun US$1,06, atau 1,7%, dan ditutup US$60,70 per barel.
WTI turun US$1,19, atau 2%, menjadi US$57,13 per barel.
Pelemahan ini memperkuat narasi pasar yang semakin bearish, pelaku pasar mengalihkan perhatian dari guncangan geopolitik sesaat menuju prospek 2026 ditandai pasokan melimpah. Sejumlah analis memperkirakan surplus bisa mencapai hingga 3 juta barel per hari pada paruh pertama tahun itu, membebani ekspektasi harga ke depan.
Para analis memperingatkan masih terlalu dini untuk sepenuhnya menilai dampak penangkapan Maduro terhadap keseimbangan minyak global. Tapi pandangan yang berlaku menyatakan keseluruhan pasokan akan tetap memadai meski dinamika produksi Venezuela berubah. Data dirilis Morgan Stanley pada Selasa terlihat pertumbuhan permintaan minyak global melambat menjadi 900.000 barel per hari tahun lalu, jauh di bawah rata-rata historis 1,2 juta barel per hari, sementara pasokan gabungan OPEC dan non-OPEC memasuki 2026 pada level tertinggi dalam beberapa tahun.
Risiko penurunan semakin diperbesar ekspektasi Venezuela pasca-embargo. Menyusul penangkapan Maduro pada akhir minggu, Presiden AS Donald Trump mengatakan perusahaan energi Amerika siap berinvestasi besar-besaran membangun kembali sektor minyak negara itu. Laporan para eksekutif perusahaan minyak AS dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih pada Kamis mengindikasikan kerangka diplomatik mungkin akan terbentuk untuk mendukung peningkatan ekspor Venezuela, yang rata-rata mencapai 1,1 juta barel per hari tahun lalu.
Dari perspektif teknikal, level resistensi bertahan sementara para pedagang menunggu data stok resmi. Angka awal API memperlihatkan penurunan 2,77 juta barel pada stok minyak bumi AS, meski dampak harga diimbangi kenaikan stok bahan bakar olahan.
Laporan resmi EIA yang akan dirilis hari ini, pelaku pasar tetap berhati-hati. Banyak yang mencatat seiring semakin jelasnya skala surplus yang diperkirakan pada 2026, pasar tampak semakin rentan terhadap penurunan berkelanjutan harga acuan menuju kisaran US$55.
Written by: Aiman Haikal
