Jan 16, 2026 7:44 a.m.

Oil jumped as a confluence of supply disruptions re-enters focus

Oil prices jumped sharply Thursday as a cluster of supply risks re entered market focus, propelling benchmarks to their strongest closes in over two weeks amid renewed geopolitical volatility and disruption fears.

Title

Available in

Harga minyak melonjak tajam pada hari Kamis karena sekumpulan risiko pasokan kembali menjadi fokus pasar, mendorong harga acuan ke penutupan terkuat dalam lebih dari dua minggu di tengah kembali meningkatnya volatilitas geopolitik dan kekhawatiran gangguan pasokan.

Minyak bumi Brent naik $2,03 atau 3,4% dan ditutup $61,99 per barel, penutupan tertinggi dalam lebih dari dua minggu.

WTI menguat $1,77 atau 3,2% menjadi $57,76 per barel.

Sentimen risiko beralih mengikuti perkembangan terbaru di Venezuela, di mana pengumuman Washington mengenai kesepakatan senilai sekitar $2 miliar yang melibatkan pembelian minyak bumi Venezuela serta peningkatan aliran barang-barang asal Amerika menambah ketidakpastian pada prospek ekspor negara itu yang memang sudah rapuh. Para pelaku pasar mulai memperhitungkan meningkatnya risiko gangguan setelah penegakan lebih ketat terhadap kapal-kapal yang kena sanksi serta pengetatan tindakan AS menargetkan pengiriman Venezuela.

Di Timur Tengah, Irak menyetujui rencana menasionalisasi operasi di ladang minyak West Qurna 2, bertujuan melindungi produksi dari potensi gangguan terkait dengan sanksi AS terhadap pemangku kepentingan Rusia, Lukoil.

Meski pasar dengan luas masih memperkirakan potensi surplus minyak pada akhir tahun, perpaduan titik-titik panas geopolitik itu membantu menggeser sentimen, menyoroti betapa cepatnya risiko dari sisi pasokan bisa kembali mendominasi perhatian di pasar yang sebenarnya masih relatif tercukupi pasokannya.

 

Written by: Farid Muzaffar