Jan 16, 2026 6:37 a.m.

Oil posted longest weekly rally since June as Iran unrest and the Ukraine war stoked supply risks

Oil prices posted their longest run of weekly gains since June, underpinned by heightened geopolitical tensions in the Middle East and Eastern Europe that revived supply-side risk premiums.

Title

Available in

Harga minyak mencatatkan kenaikan mingguan terpanjang sejak Juni, didukung meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur yang kembali memunculkan risiko dari sisi pasokan.

Harga Brent ditutup naik $1,35 atau 2,18% menjadi $63,34/barel.

WTI naik $1,36 atau 2,35% menjadi $59,12/barel. Secara mingguan, Brent menguat sekitar 4%, sementara WTI naik sekitar 3%.

Sentimen pasar terdongkrak meningkatnya gejolak di Iran, di mana otoritas memperketat penindakan terhadap aksi protes nasional sementara Teheran memperingatkan para “perusuh” yang merusak fasilitas umum atau bentrok dengan aparat keamanan dapat menghadapi hukuman mati. Presiden Donald Trump mengatakan kepemimpinan Iran akan “membayar mahal” jika para demonstran terbunuh, memicu kegelisahan ketidakstabilan politik dapat mengganggu produksi minyak Iran.

Data produksi OPEC juga memperkuat kekhawatiran dari sisi pasokan. Kelompok itu memompa 28,4 juta barel per hari bulan lalu, turun 100.000 barel per hari dari level November yang sudah direvisi, menurut sebuah survei. Iran dan Venezuela mencatat penurunan produksi terbesar.

Dukungan tambahan datang dari meningkatnya ketegangan terkait perang Rusia–Ukraina. Militer Rusia mengatakan menembakkan rudal hipersonik Oreshnik ke target-target di Ukraina, termasuk infrastruktur energi yang mendukung kompleks industri-militer negara itu, sehingga memicu kekhawatiran akan gangguan lagi terhadap aliran energi regional.

Meski terjadi reli baru-baru ini, para analis memperingatkan potensi kenaikan kemungkinan terbatas. Stok minyak global terus meningkat, dan kelebihan pasokan berkelanjutan tetap menjadi hambatan utama. Kecuali risiko geopolitik, khususnya terkait Iran, meningkat signifikan, rebound ini kemungkinan rapuh dan sulit dipertahankan. 

 


Written by:
 Farid Muzaffar