Freightos Baltic: Post-holiday slowdown drags container rates across major east–west trades
Container freight markets extended their correction this week, with spot demand softening across Asia–Europe and transpacific routes as post-holiday momentum faded.
|
Route |
Cost (USD/FEU) |
Changes |
|
Updated on 03 February 2026 |
||
|
Asia – US West Coast |
$ 2,418 |
â10% |
|
Asia – US East Coast |
$ 3,859 |
â2% |
|
Asia – Northern Europe |
$ 2,779 |
â5% |
|
Asia – Mediterranean |
$ 4,179 |
â5% |
Baca lebih detail di Freightos
Pasar angkutan peti kemas melanjutkan koreksinya minggu ini, permintaan spot melemah di rute Asia–Eropa dan transpasifik seiring memudarnya momentum pascalibur. Tarif harian ke Eropa Utara turun ke sekitar US$2.600/FEU, sementara layanan Mediterania melemah ke sekitar US$3.800/FEU, keduanya jauh di bawah puncak Januari masing-masing US$3.000/FEU dan US$4.900/FEU.
Rute transpasifik mencerminkan tren ini. Level spot ke Pantai Barat AS turun 10% minggu lalu menjadi mendekati US$2.400/FEU, lalu merosot lagi ke sekitar US$1.900/FEU pada hari Senin, terendah sejak pertengahan Desember. Layanan ke Pantai Timur turun 5% menjadi sekitar US$3.850/FEU seiring volume pemesanan melambat setelah pemuatan dimajukan sebelumnya.
Gangguan terkait cuaca menambah kebisingan operasional namun tidak mengubah tren penurunan keseluruhan. Kondisi musim dingin parah di Amerika Utara dan Eropa sementara membatasi aktivitas pelabuhan, menyisakan kemacetan di AS dan penumpukan di terminal Eropa serta Mediterania. Meskipun operasi sebagian besar pulih, prakiraan cuaca buruk lanjutan menjaga risiko keterlambatan tetap tinggi, khususnya di Eropa Utara.
Tekanan pasokan struktural tetap menjadi faktor dominan. Indeks angkutan acuan pada rute utama Timur–Barat terus bergerak jauh di bawah level tahun lalu karena pengiriman kapal baru melampaui pertumbuhan kargo, memperkuat surplus kapasitas persisten. Perusahaan pelayaran sebelumnya menyebut ketidakseimbangan ini, bersama volume lebih lemah akibat pemuatan yang dimajukan terkait perdagangan, sebagai penekan utama kinerja laba.
Ketidakpastian kebijakan perdagangan menambah tekanan lagi. Tarif AS membebani pengiriman India–AS, meski para perunding menguraikan kerangka potensial memangkas bea dari 50% menjadi 18% sebagai imbalan konsesi (pemotongan), dengan catatan masih menunggu formalisasi.
Sementara AS tengah mengeksplorasi langkah-langkah perdagangan lebih luas, mendorong ekonomi lain menyesuaikan kembali hubungan dagang. Kesepakatan terbaru Uni Eropa dengan India dan Mercosur, serta keterlibatan Inggris dengan China, mencerminkan dorongan lebih luas untuk mendiversifikasi eksposur perdagangan di tengah kebijakan AS yang dinamis.
Written by: Farid Muzaffar
