Feb 06, 2026 1:48 p.m.

Official data: China factory activity returns to contraction as domestic demand falters

China’s manufacturing sector swung back into contraction in January, snapping a brief month of expansion as weak domestic demand and seasonal lulls

Title

Available in

Sektor manufaktur China kembali mengalami kontraksi pada Januari, mengakhiri ekspansi singkat selama satu bulan, seiring lemahnya permintaan lokal dan perlambatan musiman yang menekan produksi di awal tahun baru. Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur resmi turun menjadi 49,3 pada Januari dari 50,1 pada Desember, menurut data Biro Statistik Nasional (NBS).

Angka itu meleset dari perkiraan analis sebesar 50,0 dan kembali berada di bawah batas kritis 50 poin yang memisahkan ekspansi dan kontraksi. Momentum berbalik tajam di berbagai indikator permintaan utama.

Subindeks pesanan baru turun menjadi 49,2 dari 50,8 pada Desember, menghapus kenaikan pada bulan lalu. Tekanan eksternal juga meningkat, subindeks pesanan ekspor baru merosot ke 47,8 dari 49,0, mencerminkan berlanjutnya tekanan akibat friksi perdagangan global dan langkah-langkah proteksionis.

Para analis mencatat pelemahan itu sebagian didorong faktor musiman, karena normalnya para produsen memasuki periode produksi lebih lambat pada Januari menjelang Tahun Baru Imlek. Namun, para pakar lapangan mengakui permintaan pasar tetap lemah, mengindikasikan adanya pelemahan struktural di luar sekadar volatilitas musiman.

PMI non-manufaktur, mencakup sektor jasa dan konstruksi, turun menjadi 49,4 dari 50,2 pada Desember. Ini merupakan level terendah sejak Desember 2022, menandakan pemulihan konsumsi jasa pascapandemi menghadapi tekanan baru.

Meski perekonomian terbesar kedua di dunia ini mencapai target pertumbuhan resmi 5% tahun lalu, ditopang ekspor tetap kuat meski menghadapi tekanan tarif AS, ketidakseimbangan mendasar masih bertahan. Data penjualan ritel terlihat belanja rumah tangga semakin melemah pada kuartal terakhir 2025, sehingga menyeret pertumbuhan PDB ke level terendah dalam tiga tahun.

Para pembuat kebijakan meningkatkan upaya menstabilkan perekonomian, mempercepat penyaluran 62,5 miliar yuan (US$8,99 miliar) dari obligasi khusus waktu ultra-panjang untuk mendanai subsidi barang konsumsi mulai dari ponsel pintar hingga peralatan rumah tangga. Bank sentral juga memberi sinyal adanya ruang penurunan lagi rasio persyaratan cadangan (RRR) serta pemotongan suku bunga yang luas tahun ini.

 


Written by
: Aiman Haikal