Feb 11, 2026 9:53 a.m.

Oil rebounded as stalemate in US-Iran talks keeps risk premium alive

Global crude oil prices settled higher on Friday, 6 February, reversing earlier losses as traders bet that high-stakes diplomatic talks between the US and Iran failed to de-escalate regional tensions.

Title

Available in

Harga minyak bumi global ditutup lebih tinggi pada Jumat, 6 Februari, membalikkan pelemahan lalu seiring para pelaku pasar bertaruh pembicaraan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran gagal meredakan ketegangan regional. Ketiadaan terobosan dalam perundingan di Oman kembali memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan, sehingga pasar kembali memasukkan risiko geopolitik ke dalam kurva harga.

Kontrak future Brent ditutup pada US$68,05 per barel, naik 50 sen atau 0,74%.

Minyak bumi WTI ditutup pada US$63,55 per barel, naik 26 sen atau 0,41%.

Volatilitas intraday mencerminkan “kegelisahan status quo” ketika para perunding mengakhiri diskusi tanpa resolusi jelas. Kebuntuan diplomatik berpusat pada agenda pertemuan Teheran bersikeras membatasi pembahasan pada isu nuklir, sementara Washington mendorong agar program rudal balistik turut dibahas yang membuat pasar tetap waspada terhadap keamanan jalur transit melalui Selat Hormuz.

Sentimen bullish juga didukung pengetatan pasokan di Asia Tengah, di mana ekspor terencana dari ladang minyak raksasa Tengiz di Kazakhstan berpotensi anjlok hingga 35% bulan ini akibat kebakaran infrastruktur. Namun, momentum kenaikan tertahan sinyal permintaan dari Arab Saudi, memangkas Official Selling Price (OSP) untuk minyak Arab Light ke Asia ke level terendah dalam lima tahun, menandakan berlanjutnya persaingan perebutan pangsa pasar. 

 


Written by: 
Aiman Haikal