Freightos Baltic: Ocean rates tumble as post-Lunar New Year demand evaporates
Global container markets have shifted abruptly into a correction, with spot rates across major trade lanes surrendering recent gains faster than historical norms.
|
Route |
Cost (USD/FEU) |
Changes |
|
Updated on 10 February 2026 |
||
|
Asia – US West Coast |
$ 1,900 |
â21% |
|
Asia – US East Coast |
$ 3,473 |
â10% |
|
Asia – Northern Europe |
$ 2,700 |
â8% |
|
Asia – Mediterranean |
$ 3,700 |
â9% |
Baca lebih banyak di Freightos
Pasar kontainer global secara tiba-tiba memasuki fase koreksi, tarif spot di berbagai jalur perdagangan utama melepas kenaikan terbaru lebih cepat dari norma historis. Lonjakan permintaan menjelang libur Tahun Baru Imlek, biasanya menopang harga hingga awal Februari, kini berubah menjadi pelemahan permintaan, mendorong tarif Asia–Pantai Barat AS anjlok 21% menjadi sekitar $1.900/FEU, level yang belum terlihat sejak awal Desember.
Pembalikan cepat ini memperlihatkan puncak musiman lebih lemah dari perkiraan. Berbeda tahun-tahun lalu ketika penumpukan kargo menahan kekuatan tarif, pasar saat ini ditandai kembalinya harga dengan cepat ke level dasar sebelum periode puncak. Prospek impor AS tetap lemah, National Retail Federation memproyeksikan volume Maret akan turun 5% sebulan, permintaan kuartal pertama diperkirakan menyusut 7% tahunan karena peritel memprioritaskan kehati-hatian dalam pengelolaan stok dibanding restocking.
Hambatan operasional masih berlanjut meskipun permintaan menurun. Sementara pusat-pusat logistik di AS sebagian besar pulih dari badai musim dingin baru-baru ini, terminal kereta darat masih bergulat dengan sisa penumpukan. Di Eropa, cuaca buruk di Mediterania Barat dan Teluk Biscay mengganggu operasi pelabuhan dan pelayaran kapal pada akhir minggu lalu. Meskipun kondisi mulai membaik, operator pelayaran memperingatkan keandalan jadwal masih terganggu, menciptakan kantong-kantong kemacetan meski tekanan pemesanan mereda.
Pada jalur perdagangan Asia–Eropa, tarif mendingin signifikan. Harga ke Eropa Utara turun 8% menjadi sekitar $2.700/FEU, sementara tarif ke Mediterania merosot 9% menjadi $3.700/FEU. Meski saat ini melemah, operator pelayaran berupaya menetapkan batas bawah harga, beberapa perusahaan mengumumkan General Rate Increases (GRI) untuk Maret sebagai antisipasi rebound volume pasca-libur.
Ketidakseimbangan struktural antara volume rekor dan penurunan pendapatan operator semakin terlihat jelas. Operator besar, termasuk Hapag-Lloyd dan Maersk, melaporkan penurunan laba tahun lalu, menyoroti dampak pelemahan akibat ekspansi armada agresif. Proyeksi Maersk untuk 2026 masih sangat bervariasi, memperkirakan hasil kerugian antara $1 miliar hingga laba $1 miliar, yang menegaskan profitabilitas kini sangat bergantung pada variabel geopolitik, khususnya potensi kembalinya lalu lintas ke Laut Merah.
Kebijakan perdagangan terus menambah volatilitas pada prospek ke depan. Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif minggu ini mengesahkan pengurangan tarif untuk India sekaligus memberikan kewenangan baru memberlakukan pungutan hukuman terhadap negara-negara yang berdagang dengan Iran atau Kuba. Di tempat lain, ketegangan meningkat di Panama, di mana Hutchinson Ports mencari arbitrase atas pembatalan konsesi (pemotongan), memicu laporan penghentian sementara proyek pengembangan sebagai bentuk pembalasan perusahaan milik negara China.
Written by: Aiman Haikal
