Apr 02, 2026 6:57 a.m.

Oil notched weekly gains as Kharg Island invasion threats and Baltic force majeure eclipse ceasefire rhetoric

The gains pushed Brent’s cumulative war premium to 53% since late February, with WTI trailing at 45%, reflecting growing market scepticism toward conciliatory US statements after Tehran dismissed the US-brokered peace proposal as fundamentally one-sided.

Title

Brent NYMEX

Available in

Kontrak future minyak bumi global melanjutkan reli mereka pada Jumat, 27 Maret, mencatat kenaikan mingguan kuat karena para investor mempertimbangkan risiko geopolitik mengakar dibanding upaya diplomatik terbaru.

Brent melonjak $4,56, atau 4,2%, menjadi ditutup pada $112,57 per barel, sementara WTI AS naik $5,16, atau 5,5%, ditutup pada $99,64.

Kenaikan ini mendorong resiko perang kumulatif Brent menjadi 53% sejak akhir Februari, WTI tertinggal di 45%, mencerminkan meningkatnya skeptisisme pasar terhadap pernyataan damai dari AS setelah Teheran menolak proposal perdamaian dimediasi AS yang pada dasarnya berat sebelah.

Pasar fisik tetap sangat terdislokasi di tengah guncangan pasokan yang saling memperparah. Ketegangan geopolitik meningkat setelah Washington memperpanjang tenggat waktu bagi Iran membuka kembali Selat Hormuz di bawah ancaman tindakan militer, serta pembahasan mengerahkan tambahan 10.000 pasukan guna mengamankan terminal minyak strategis Pulau Kharg.

Para ahli pasar mencatat gangguan ini menghilangkan sekitar 11 juta barel per hari dari pasar global, sebuah kekurangan yang kini oleh Badan Energi Internasional digambarkan lebih parah dibanding gabungan krisis minyak tahun 1970-an.

Keketatan struktural juga semakin meningkat di Eropa Timur, di mana produsen Rusia memperingatkan potensi deklarasi force majeure pada kargo Laut Baltik setelah serangan drone Ukraina berulang. Para analis memproyeksikan Brent dapat menguji $200 per barel jika konflik berlanjut hingga Juni, perhatian pasar tetap terfokus pada defisit pasokan nyata daripada laporan gencatan senjata yang belum terverifikasi.


Written by: Aiman Haikal