Brazilian industry seeks temporary rollback of ADD on US, Canadian PE
Brazil’s newly confirmed antidumping duties (ADD) on PE imports from the US and Canada risk deepening strains in an already tight market, industry sources warn.
Bea antidumping (ADD) yang baru dikonfirmasi Brasil terhadap impor PE dari AS dan Kanada berisiko memperdalam tekanan di pasar yang sudah ketat, menurut sumber industri. Pasar resin global tetap bergejolak, gangguan di sekitar Selat Hormuz memicu kekurangan bahan baku dan meningkatkan harga produksi.
Industri Brasil, diwakili Abiplast, memperingatkan bea itu dapat semakin meningkatkan harga bahan baku bagi produsen downstream yang bergantung pada impor. Di pasar yang sudah menghadapi kekurangan pasokan dan harga tinggi, hambatan perdagangan tambahan ini diperkirakan akan memperparah tekanan pasokan.
Minggu lalu, Kamar Perdagangan Luar Negeri Brasil (Gecex) menetapkan tarif antidumping sebesar $199,04/ton untuk PE asal AS dan $238,49/ton untuk material dari Kanada, sejalan dengan kebijakan sementara yang diterapkan sejak Agustus 2025. Meskipun angka ini masih jauh lebih rendah dibanding usulan tandingan pada Februari oleh otoritas perdagangan Decom yang menilai dumping PE AS sebesar $734,32/ton, dampaknya terhadap arus perdagangan sudah terlihat hanya dalam enam bulan.
Brasil merupakan tujuan ekspor PE terbesar ketiga bagi AS setelah Meksiko dan China. Dari hampir 16 juta ton ekspor AS pada 2025, sekitar 1,4 juta ton atau 8% dikirim ke Brasil, turun dari 10% pada 2024. Kebijakan antidumping sementara mempersempit opsi sumber pasokan dan berkontribusi pada kenaikan harga lokal, seperti yang sebelumnya dilaporkan CommoPlast.
Sikap proteksionis negara itu sebenarnya sudah meningkat dengan kenaikan tarif impor polimer umum dari 12,6% menjadi 20% pada Oktober 2024. Kebijakan antidumping terbaru ini menambah lapisan tekanan harga, di tengah gangguan pasokan dari Timur Tengah semakin memperketat pasokan global.
Impor terbatas, sektor downstream Brasil, termasuk kemasan makanan dan minuman, menghadapi kenaikan harga resin dan akses material terbatas. Beberapa perusahaan mulai meneruskan kenaikan harga PE kepada konsumen, menandakan dampak ekonomi lebih luas. Kelompok industri mendesak pemerintah meninjau kembali atau menangguhkan bea itu guna meredakan tekanan pasokan dan menjaga daya saing.
Written by: Farid Muzaffar
