Apr 11, 2026 7:35 a.m.

Oil settled mixed as severe physical tightness propels WTI amid Kharg Island strikes

Crude benchmarks diverged as acute prompt-market physical shortages and reported kinetic strikes on Iran's Kharg Island export terminal propelled US WTI to maintain a rare premium over Brent.

Title

Available in

Harga minyak bumi ditutup beragam dalam perdagangan Selasa yang volatil, mencerminkan divergensi (perbedaan) struktural tajam antara permintaan fisik waktu pendek dan kekhawatiran ekonomi untuk bulan-bulan datang. Acuan AS naik karena ketatnya pasar cepat (prompt market) yang dipicu eskalasi produksi kinetik regional, sementara patokan internasional sedikit melemah.

Minyak bumi WTI AS naik 54 sen (+0,5%) dan ditutup pada $112,95 per barel, mencapai level penutupan tertinggi sejak Juni 2022. Sebaliknya, kontrak Brent pengiriman Juni turun 50 sen (-0,5%) menjadi $109,27.

Divergensi (perbedaan) ini membuat kontrak WTI pengiriman Mei menahan langkaannya atas Brent. Selain itu, kontrak WTI bulan terdepan mencatat harga tertinggi sepanjang sejarah terhadap kontrak bulan keduanya, menegaskan backwardation (harga kontrak lebih rendah dari harga spot) sangat kuat ketika kilang bersaing agresif mendapatkan pasokan yang tersedia cepat.

Pasar future terus tertinggal dari tingkat keparahan kekurangan fisik sebenarnya. Blokade Selat Hormuz sangat membatasi arus global, kilang di Eropa dan Asia dilaporkan mengamankan jenis minyak bumi fisik tertentu pada harga spot rekor mendekati $150 per barel, jauh melampaui valuasi acuan future di pasar komoditas.

Risiko pasokan fisik waktu pendek meningkat pada Selasa malam seiring eskalasi serangan kinetik terhadap infrastruktur Iran, termasuk laporan ledakan di Pulau Kharg, terminal ekspor utama negara itu. Pasokan fisik global juga semakin tertekan perubahan logistik, data pengiriman terlihat ekspor minyak bumi Arab Saudi melalui pelabuhan Laut Merah di Yanbu turun 15% seminggu menjadi rata-rata 3,9 juta barel per hari.


Written by: Aiman Haikal