May 14, 2026 9:42 p.m.

Freightos Baltic: Hormuz risk meets weak peak season as carriers fight to hold freight rates

Rising bunker costs linked to the disruption are placing increasing pressure on shipping lines. Maersk estimated the carrier is facing around $500 million per month in additional fuel-related expenses.

Title

Available in

Route

Cost (USD/FEU)

Changes

Updated on 12 May 2026

Asia – US West Coast

$ 2,838

á 4%

Asia – US East Coast

$ 4,337

á 1%

Asia – Northern Europe

$ 2,847

á 10%

Asia – Mediterranean

$ 3,585

â 5%

Baca lebih detail di Freightos

Pasar pengiriman kontainer tetap bergejolak seiring ketegangan geopolitik di sekitar Selat Hormuz terus memengaruhi biaya freight dan strategi perusahaan pelayaran, meskipun AS menghentikan Operation Freedom yang berlangsung singkat kurang dari dua hari setelah diluncurkan. Operasi itu, bertujuan mengamankan pelayaran kapal melalui selat, memicu kembali ketegangan antara AS dan Iran bersamaan dengan serangan rudal Iran ke negara-negara Teluk.

Meski negosiasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung, kedua pihak tetap berada pada posisi jauh berbeda, Presiden Donald Trump memperingatkan operasi militer dapat kembali dilakukan jika pembicaraan gagal. Sementara Iran membentuk Persian Gulf Strait Authority yang mewajibkan kapal meminta persetujuan, dan kemungkinan membayar biaya, untuk melintasi jalur perairan itu.

Kenaikan biaya bunker akibat gangguan ini semakin menekan perusahaan pelayaran. Maersk memperkirakan perusahaan menghadapi tambahan biaya terkait bahan bakar sekitar $500 juta per bulan, meskipun kenaikan tarif freight sejauh ini memungkinkan perusahaan meneruskan sebagian besar beban itu kepada pelanggan.

Tren tarif freight tetap tidak merata di jalur perdagangan utama. Data Freightos Baltic Index terlihat tarif kontainer transpasifik masih bertahan sekitar $1.000/FEU di atas level sebelum konflik, didukung pengelolaan kapasitas lebih ketat. Namun pasar Asia-Eropa kurang mampu bertahan, kenaikan tarif yang tercatat awal tahun ini sebagian besar mulai menghilang. Tarif Asia-Eropa Utara naik 10% minggu lalu menjadi sekitar $2.850/FEU, meskipun momentumnya kembali melemah minggu ini, mencerminkan pelemahan terbaru di rute Mediterania.

Meski perusahaan pelayaran tetap mendorong rencana kenaikan tarif tambahan pada pertengahan bulan, didukung lebih banyak blank sailing dan ruang kapal yang lebih ketat pada layanan east-west. Laporan mengenai kontainer tertunda pengirimannya memperlihatkan operator aktif membatasi kapasitas efektif di tengah periode permintaan masih relatif lemah, sambil berharap musim puncak yang kuat di akhir tahun dapat menopang harga spot.

Namun proyeksi permintaan masih terlihat musim puncak transpasifik lesu. Prospek terbaru dari National Retail Federation memperkirakan impor laut AS pada Juni turun 2% dibanding Mei sebelum pulih 4% pada Juli, diikuti kedatangan barang lebih lemah pada Agustus dan September.

Jika terealisasi, volume Juli masih akan berada 8% di bawah lonjakan yang dipicu tarif tahun lalu dan 6% lebih rendah dibanding puncak Agustus 2024. NRF menyebut prospek lebih lemah itu disebabkan kehati-hatian importir di tengah ketidakpastian ekonomi, sementara Clerc memperingatkan kenaikan harga konsumen dan biaya bahan bakar tinggi dapat membuat paruh kedua tahun ini semakin menantang dan berpotensi merugikan bagi perusahaan pelayaran.

Written by: Farid Muzaffar