Freightos Baltic: Frontloading surge drives transpacific rates to year highs as Hormuz tensions linger
The weekly gain ranks as the steepest since tariff-driven demand spiked last June, and further increases are flagged for next week.
|
Route |
Cost (USD/FEU) |
Changes |
|
Updated on 09 June 2026 |
||
|
Asia – US West Coast |
$ 4,850 |
á 51% |
|
Asia – US East Coast |
$ 5,838 |
á 25% |
|
Asia – Northern Europe |
$ 4,085 |
á 37% |
|
Asia – Mediterranean |
$ 5,441 |
á 24% |
Baca lebih detail di Freightos
Lonjakan tarif spot Transpasifik mencapai level tertinggi tahun ini setelah penerapan GRI (General Rate Increase) pada 1 Juni, tarif Pantai Barat AS melonjak lebih dari 50% menjadi US$4.800/FEU dan tarif Pantai Timur AS naik 25% menjadi US$6.300/FEU. Kenaikan mingguan ini menjadi paling tajam sejak lonjakan permintaan akibat tarif pada Juni tahun lalu, dan kenaikan lanjutan masih diantisipasi pada minggu depan. Jalur Asia–Eropa mengalami pergerakan serupa, tarif ke Eropa Utara naik sekitar US$1.000/FEU menjadi US$4.000/FEU dan tarif ke Mediterania mencapai US$5.500/FEU, yang sudah melampaui puncak musim ramai tahun lalu dan mendekati level akhir 2024 menjelang Tahun Baru Imlek.
Tiga faktor utama mendorong lonjakan ini. Pengirim barang mempercepat pengiriman volume musim puncak menjelang berakhirnya masa gencatan tarif AS–China, kenaikan BAF (Bunker Adjustment Factor) kuartalan sebesar 80% yang akan berlaku pada Juli, serta sinyal kenaikan harga dari produsen Timur Jauh yang menghadapi kenaikan harga bahan baku. National Retail Federation (NRF) memproyeksikan kedatangan kargo pada Juni akan mencapai puncak sekitar 5% di atas Mei sebelum turun 3% pada Juli dan melemah lebih lanjut hingga September, mengindikasikan lonjakan saat ini sebagian besar merupakan percepatan permintaan dari akhir musim panas, bukan peningkatan struktural permintaan.
Dari sisi geopolitik, pertukaran serangan militer singkat antara Israel dan Iran serta penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung terus memengaruhi pasar angkutan laut melalui tingginya harga minyak bumi dan kenaikan harga bahan bakar. Ancaman baru dari IRGC untuk mengaktifkan serangan Houthi di Selat Bab el-Mandeb turut menambah ketegangan, meskipun dampak praktis terhadap pelayaran relatif terbatas karena pengalihan rute Laut Merah telah berlangsung sebelumnya. Risiko yang lebih signifikan adalah potensi penundaan lagi terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz, yang akan memperpanjang keunggulan harga minyak bumi, tercermin dalam biaya angkutan.
Investigasi Section 301 oleh USTR terkait dugaan kerja paksa mencakup 60 negara merekomendasikan tarif sebesar 10% hingga 12,5% dan luas dipandang sebagai instrumen menggantikan bea IEEPA yang akan berakhir sebelum tarif global Section 122 sebesar 10% berakhir pada akhir Juli. Sidang wajib terkait kebijakan itu dijadwalkan pada 7 Juli, sementara proses tambahan berdasarkan Section 301 diperkirakan akan selesai sebelum akhir bulan.
Dengan GRI pertengahan bulan masih akan diterapkan pada rute Asia–Eropa, tarif berpotensi menguji kembali level tertinggi akhir 2024 dalam waktu dekat. Di jalur Transpasifik, proyeksi puncak permintaan NRF pada Juni membuat keberlanjutan momentum kenaikan hingga Juli menjadi kurang pasti, mengingat tahun lalu tarif mulai terkoreksi turun pada pertengahan Juni setelah gelombang percepatan pengiriman selesai.
Written by: Farid Muzaffar
- [FREE] Freightos Baltic: Hormuz risk meets weak peak season as carriers fight to hold freight rates
- [FREE] Freightos Baltic: Global container freight rates surge to four-month highs as peak season demand returns
- [FREE] Freightos Baltic: Container rates spike as Hormuz blockade enters fourth month and peak season sets in
