Jun 17, 2026 12:57 a.m.

Oil tumbled on signs of imminent US-Iran peace deal

Brent tumbled to its lowest level since early March on Friday, with traders growing increasingly confident that a US-Iran peace agreement could be within reach.

Title

Brent NYMEX

Available in

Brent anjlok ke level terendah sejak awal Maret pada hari Jumat, seiring para pelaku pasar semakin yakin kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran kemungkinan sudah semakin dekat.

Kontrak future Brent ditutup pada $87,33/barel, turun $3,05 atau 3,37%, sementara minyak bumi West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir pada $84,88/barel, turun $2,83 atau 3,23%, menandai penutupan WTI terlemah sejak 17 April.

Sebuah memorandum antara Washington dan Teheran untuk menghentikan konflik di Teluk berpotensi ditandatangani paling cepat pada hari Minggu, menurut seorang sumber Barat kepada Reuters pada hari Jumat, Jenewa muncul sebagai lokasi yang paling mungkin. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengingatkan belum ada memorandum of understanding ditandatangani dan ketentuannya masih dapat berubah.

Momentum diplomatik itu mengikuti keputusan Presiden Donald Trump pada hari Kamis untuk membatalkan ancaman serangan udara terhadap Iran. Kantor berita Mehr Iran melaporkan negosiasi final mengenai memorandum itu akan berfokus pada isu nuklir dan ekonomi, sementara program rudal Iran berada di luar cakupan pembahasan. Kantor berita IRNA Iran menambahkan pembicaraan nuklir akan dimulai dalam waktu enam puluh hari setelah memorandum apa pun ditandatangani.

Kebuntuan meningkat pada hari Kamis ketika Iran menyatakan penutupan penuh Selat Hormuz dan mengancam akan menembaki kapal mana pun yang mencoba melintas. Lalu lintas melalui selat itu, biasanya mengangkut seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair global, berkurang signifikan akibat konflik, meskipun militer AS menyatakan melalui media sosial, kapal-kapal komersial masih terus melintasi jalur perairan itu.

Para analis mengambil pandangan lebih hati-hati dan memperingatkan pasar dapat mencapai titik balik pada akhir Juli apabila jalur minyak gagal kembali normal. Pada tahap itu, mereka mengatakan penurunan stok dikombinasikan dengan permintaan musiman lebih kuat dapat mendorong harga naik tajam hingga menuju $120–130/barel.


Written by: Farid Muzaffar