Jun 19, 2026 4:59 a.m.

Oil tumbles more than 5% as prospective US–Iran peace deal signals return of Iranian supply

Global crude benchmarks plunged by more than 5% on Tuesday, 16 June, extending losses to their lowest levels in three months as details emerged of an interim agreement between the US and Iran

Title

Available in

Acuan minyak bumi global anjlok lebih dari 5% pada Selasa, 16 Juni, memperpanjang pelemahan ke level terendah dalam tiga bulan setelah muncul rincian mengenai perjanjian sementara antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah dan membuka kembali Selat Hormuz.

Kontrak future minyak bumi Brent turun sebesar $4,21/barel, atau 5,1%, ditutup pada $78,96/barel.

WTI turun sebesar $4,70/barel, atau 5,8%, ditutup pada $76,05/barel.

Aksi jual tajam itu dipicu laporan Washington dan Teheran sedang mempersiapkan penandatanganan resmi perjanjian damai sementara pada hari Jumat. Berdasarkan draf yang hampir final, Iran akan diizinkan segera melanjutkan penjualan minyak serta ekspor produk petrokimia dan turunannya di bawah pengecualian sanksi yang telah disetujui. Perjanjian itu juga akan memungkinkan kapal tanker yang tertahan sejak awal konflik kembali melintasi Selat Hormuz.

Selain langsung dimulainya kembali ekspor Iran, kesepakatan diusulkan itu juga dilaporkan mencakup akses terhadap dana pembangunan senilai $300 miliar serta berbagai konsesi (pemotongan) finansial bagi Teheran, sehingga meningkatkan ekspektasi akan kenaikan signifikan pasokan energi global.

Tekanan tambahan terhadap harga minyak bumi juga berasal dari kekhawatiran berkelanjutan mengenai prospek ekonomi China, meningkatnya inflasi dan suku bunga global, serta seruan baru dari Amerika Serikat untuk tercapainya penyelesaian damai antara Rusia dan Ukraina.