Jun 30, 2026 8:14 p.m.

Brent plunged 4.3% to pre-war lows as Hormuz supply flood flips market into contango

Brent crude plunged 4.3% to pre-war lows as the rapid release of 20 million barrels through the Strait of Hormuz flooded the physical market, shifting pricing into contango and overwhelming the bullish impact of historically low US inventories.

Title

Brent NYMEX

Available in

Harga minyak bumi anjlok pada Rabu, menghapus seluruh resiko perang yang tersisa dan ditutup pada level terendah sejak sebelum konflik dimulai.

Kontrak Brent internasional merosot $3,34 (4,3%) menjadi $73,74/barel, sementara WTI AS turun $2,87 (3,9%) menjadi $70,34/barel.

Selama sesi perdagangan, Brent sempat menyentuh level terendah intraday di $73,12/barel, terlemah sejak 27 Februari, sehari sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran, sementara kontrak future intraday minyak bumi AS menembus level $70/barel untuk pertama kalinya sejak 2 Maret.

Aksi jual itu dipicu normalisasi sangat cepat di Selat Hormuz. Dukungan pengawalan militer, sekitar 20 juta barel berhasil keluar dari jalur perairan itu hanya dalam waktu 24 jam. Untuk memfasilitasi arus keluar besar ini sekaligus menghindari ranjau laut Iran yang masih tersisa, Oman berhasil membuka dua jalur pelayaran sementara yang bebas biaya.

Pelepasan mendadak minyak bumi Teluk yang sebelumnya tertahan serta tambahan volume minyak Iran yang baru mendapatkan izin ekspor mengubah struktur pasar fundamental. Untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, pasar beralih ke kondisi **contango**, yaitu situasi di mana harga pengiriman cepat lebih rendah dibanding harga kontrak future bulan berikutnya.

Perubahan ini mengonfirmasi adanya kelebihan pasokan fisik dalam waktu pendek, sehingga memaksa penjual menawarkan kargo dengan harga diskon di pasar global untuk menarik pembeli. Mengantisipasi lingkungan permintaan lebih lemah itu, J.P. Morgan resmi menurunkan proyeksi harga Brent untuk paruh kedua 2026, perkiraan rata-rata $86/barel pada kuartal ketiga dan $80/barel pada akhir tahun.

Meskipun tekanan penurunan sangat besar, fundamental ketat di beberapa wilayah lain masih mencegah pasar mengalami kejatuhan total. Total stok minyak bumi AS, yang mencakup stok komersial dan Strategic Petroleum Reserve (SPR), turun tajam sebesar 15,1 juta barel pekan lalu menjadi 743,3 juta barel, menandai level pasokan terendah sejak 1984.

Pasar produk turunan minyak bumi global juga masih menghadapi kekurangan pasokan di beberapa lokasi tertentu. Terdapat konfirmasi salah satu kilang utama di Moskow akan tetap berhenti berproduksi setidaknya selama enam bulan setelah terkena serangan drone Ukraina. Selain itu, kesepakatan damai yang mendasari hubungan AS-Iran masih rapuh, kedua pihak terbuka menyampaikan pernyataan saling bertentangan terkait ketentuan inspeksi nuklir di masa depan.


Written by: Aiman Haikal