Jun 30, 2026 8:14 p.m.

Iranian vessel attack and UN transit freeze trigger 2% Brent rebound from oversold lows

Brent rebounded 2.1% as an Iranian attack on a cargo ship froze UN transit efforts in the Strait of Hormuz, sparking technical short-covering and raising fears of imminent upstream production cuts.

Title

Brent NYMEX

Available in

Harga acuan minyak bumi mengakhiri tren penurunan telah berlangsung selama beberapa hari pada Kamis setelah serangan langsung terhadap jalur pelayaran kembali mengganggu proses pemulihan aktivitas di Selat Hormuz.

Kontrak Brent naik $1,52 atau 2,1% menjadi $75,26/barel, sementara WTI Amerika Serikat menguat $1,58 atau 2,3% menjadi $71,92/barel.

Risiko geopolitik kembali meningkat setelah pasukan Iran melepaskan tembakan ke sebuah kapal kargo di dekat Oman, mendorong International Maritime Organization (IMO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa menghentikan sementara upaya evakuasi pelayaran di kawasan itu. Teheran menolak memberikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal yang berlayar di luar koridor yang ditetapkan, rapuhnya kerangka gencatan senjata kini semakin terlihat.

Hambatan logistik kini mengancam memaksa produsen upstream memangkas produksi. Menurut Rystad Energy, tangki penyimpanan di kawasan Teluk saat ini telah terisi sekitar 50–60% dari kapasitas. Apabila lalu lintas kapal tanker terus terhambat, produsen regional akan terpaksa mengurangi tingkat produksi, sehingga pemulihan penuh pasar diperkirakan baru dapat tercapai pada tahun depan.

Pasar produk downstream juga mencerminkan kepanikan terhadap pasokan, kontrak future bensin dan diesel Amerika Serikat masing-masing melonjak 5% dan 4%.

Struktur pasar turut memperkuat reli itu. Setelah diperdagangkan dalam kondisi oversold selama lebih dari sepekan, kedua kontrak acuan minyak bumi mengalami gelombang pembelian teknikal dan aksi short-covering agresif.

Ketegangan diplomatik serta gangguan pasokan dari luar kawasan semakin memperkuat sentimen bullish. Pejabat Amerika Serikat dan Gulf Cooperation Council (GCC) tegas menolak usulan Iran untuk mengenakan biaya keamanan pelayaran yang diperkirakan mencapai $40 miliar per tahun, dan menuntut kebebasan navigasi tanpa syarat.

Di luar Timur Tengah, gempa bumi besar di dekat Caracas, Venezuela, juga berpotensi menunda signifikan rencana peningkatan ekspor minyak bumi negara itu, sehingga membatasi tambahan pasokan yang sebelumnya diharapkan berasal dari kawasan Amerika.

Written by: Aiman Haikal