Jul 14, 2026 2:20 p.m.

Brent rebounded to $73.15 as US-Iran strikes expose ceasefire fragility; 75% Hormuz recovery caps gains

Brent crude rebounded as renewed US-Iran military strikes injected fresh risk premium into the market, though price gains were heavily capped by Saudi export resumptions and a partial 75% recovery in Gulf transit volumes despite lingering maritime threats.

Title

Brent NYMEX

Available in

Harga acuan minyak bumi mencatat pemulihan korektif pada hari Senin, menghentikan aksi jual tajam mingguan sebesar 10,6% setelah kembali meningkatnya ketegangan geopolitik memperlihatkan rapuhnya gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Kontrak Brent internasional naik $1,16 (1,61%) ditutup $73,15/barel, sementara WTI Amerika Serikat menguat $1,52 (2,2%) menjadi $70,75/barel.

Penguatan harga ini sepenuhnya dipicu aksi saling serang antara Washington dan Teheran selama akhir pekan, segera mengembalikan risiko ke pasar menjelang pembicaraan teknis mengenai implementasi kesepakatan yang akan segera berlangsung di Doha.

Kenaikan harga dibatasi pemulihan berhati-hati namun berkelanjutan pada aktivitas pengiriman di kawasan. Volume ekspor minyak bumi dari Teluk Persia telah pulih cepat hingga sekitar 75% dari tingkat sebelum perang, meskipun berbagai hambatan fisik maupun birokrasi masih cukup berat. Para ahli maritim dari Iran dan Oman saat ini sedang menyusun kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, sementara Teheran tegas mengancam akan menghalangi kapal-kapal yang berlayar di luar koridor yang telah ditetapkan itu. Akibatnya, ranjau laut yang belum dibersihkan serta kehati-hatian perusahaan asuransi dalam memberikan perlindungan masih membatasi pemulihan penuh volume pengiriman ke tingkat normal sebelum konflik.

Meskipun ancaman fisik di kawasan masih tinggi, produsen utama di Timur Tengah tetap agresif melaksanakan pemuatan kargo. Saudi Aramco berhasil menahan operasi pemuatan minyak bumi di terminal Teluk Ras Tanura setelah penghentian operasional selama empat bulan. Yang lebih penting, aktivitas pemuatan di terminal itu tetap berlangsung tanpa gangguan sepanjang akhir pekan meskipun terjadi kembali serangan terhadap kapal di kawasan serta kecelakaan helikopter perusahaan yang menewaskan korban di fasilitas Ras Tanura. Hal ini terlihat komitmen kuat dari sektor upstream untuk terus mengirimkan stok regional yang sebelumnya tertahan.


Written by: Aiman Haikal