Aug 18, 2026 7:57 p.m.

Oil jumped over 2.5% past $90 as Hormuz transit halts and US-Iran rhetoric escalates

Global crude benchmarks surged more than 2.5% on Monday, with Brent breaching the $90-a-barrel threshold as a near-total halt in Strait of Hormuz vessel transits and hardening diplomatic rhetoric between Washington and Tehran intensified global supply deficit concerns.

Title

Brent NYMEX

Available in

Acuan minyak bumi global melonjak lebih dari 2,5% pada Senin, Brent menembus batas $90 per barel karena hampir terhentinya transit kapal di Selat Hormuz dan retorika diplomatik semakin keras antara Washington dan Teheran meningkatkan kekhawatiran mengenai defisit pasokan global.

Kontrak future minyak bumi Brent internasional ditutup naik $2,35, atau 2,65%, menjadi $90,87 per barel.

Minyak bumi West Texas Intermediate (WTI) AS naik $2,10, atau 2,55%, menjadi $84,50 per barel.

Momentum kenaikan didorong oleh hambatan akut di Selat Hormuz, di mana data pelacakan kapal tanker terlihat lalu lintas maritim anjlok selama akhir pekan menjadi lima kapal pada Sabtu dan nol pada Minggu, dibanding 31 transit pada akhir pekan lalu.

Sentimen bullish semakin diperkuat gagalnya negosiasi diplomatik, setelah Washington menutup kemungkinan memperpanjang memorandum of understanding dengan Iran disertai ancaman militer baru, sementara Teheran memperingatkan eskalasi pembalasan di seluruh koridor transit regional jika ketentuan sementara tidak dipenuhi.

Ketatnya pasar fisik semakin didukung data Departemen Energi AS yang memperlihatkan Strategic Petroleum Reserve (SPR) turun 5,3 juta barel menjadi 293,4 juta barel pada pekan lalu, level terendah sejak Desember 1982.

Momentum kenaikan lebih kuat sedikit tertahan setelah produsen regional menawarkan solusi pasokan alternatif, ADNOC menawarkan 14 juta barel minyak bumi spot kepada penyuling Asia dengan harga kuat, sementara Saudi Aramco menyediakan alokasi minyak bumi di luar Selat Hormuz.

Written by: Aiman Haikal