Aug 20, 2026 8:14 p.m.

EIA: US crude stocks climb to five-year baseline on refinery run surge as distillate deficit deepens

US commercial crude oil inventories rose by 4.4 million barrels in the week ending August 14 to 428.8 million barrels, erasing seasonal deficits to match the five-year average for this time of year as refiners accelerated processing rates.

Title

Available in

Stok minyak bumi komersial AS naik 4,4 juta barrel pada pekan yang berakhir 14 Agustus menjadi 428,8 juta barrel, menghapus defisit musiman dan menyamai rata-rata lima tahun untuk periode ini seiring kilang mempercepat tingkat pengolahan. Aktivitas refining meningkat menuju level produksi puncak musim panas, input minyak bumi naik 215.000 bpd menjadi rata-rata 17,40 juta bpd, sehingga utilisasi kapasitas yang dapat dioperasikan naik 1,0 poin persentase menjadi 97,2%.

Dalam neraca perdagangan, ekspor minyak bumi mencatat rebound tajam, melonjak 1,01 juta bpd menjadi 4,07 juta bpd, sementara impor minyak bumi turun 746.000 bpd menjadi rata-rata 6,59 juta bpd. Produksi minyak bumi lokal relatif datar di 13,83 juta bpd. Secara bersamaan, volume Strategic Petroleum Reserve (SPR) kembali turun 5,3 juta barrel menjadi 293,4 juta barrel seiring penarikan resmi terus berlangsung.

Neraca produk downstream terlihat divergensi (perbedaan) yang jelas di berbagai produk. Total stok motor gasoline naik tipis 0,7 juta barrel menjadi 209,4 juta barrel, berada 5% di bawah rata-rata musiman lima tahun, didukung peningkatan produksi gasoline jadi menjadi 9,71 juta bpd. Sebaliknya, stok distillate fuel oil berkurang 1,5 juta barrel menjadi 105,6 juta barrel, memperlebar defisit menjadi 13% di bawah garis bawah historis meskipun output kilang bertahan di 5,23 juta bpd. Sementara itu, stok propane/propylene meningkat 2,0 juta barrel menjadi 107,0 juta barrel, berada 31% di atas rata-rata musiman.

Kembalinya stok minyak bumi komersial ke keseimbangan musiman, diimbangi menipisnya cadangan SPR dan semakin dalamnya defisit distillate, menunjukkan neraca lokal asimetris. premi freight tinggi dan hambatan pengiriman terus berlangsung di sepanjang koridor transit Timur Tengah, kelebihan stok propane lokal yang besar terus menekan harga bahan baku Mont Belvieu, memperkuat keunggulan margin ethylene struktural bagi cracker dari gas AS dibanding produsen dari naphtha berharga lebih tinggi di Eropa dan Asia.

Written by: Aiman Haikal