May 12, 2026 8:58 p.m.

Crude rallied 3% as one-billion-barrel supply deficit and two-decade OPEC production lows eclipse faltering ceasefire

Crude futures rallied nearly 3% as the near-collapse of the US-Iran ceasefire compounded a historic physical deficit defined by a one-billion-barrel supply loss and two-decade lows in OPEC production.

Title

Brent NYMEX

Available in

Kontrak futures minyak bumi melonjak tajam pada perdagangan hari Senin karena arus algoritmik agresif mulai memperhitungkan hampir runtuhnya gencatan diplomatik di Timur Tengah bersamaan defisit pasokan fisik bersejarah.

Kontrak Brent internasional naik sebesar $2,92 (2,88%) dan ditutup di level $104,21 per barel, sementara minyak bumi WTI AS menguat $2,65 (2,78%) dan berakhir di level $98,07. Repricing bullish ini terutama dipicu konfirmasi dari pihak eksekutif AS gencatan senjata awal pada dasarnya berada di ambang kegagalan setelah penolakan terhadap proposal balasan Iran.

Blokade maritim berkepanjangan kini memperkuat defisit struktural bersejarah di sektor pasokan dasar global. Penilaian kuantitatif dari Saudi Aramco terlihat sekitar satu miliar barel minyak bumi telah struktural hilang dari pasar internasional selama dua bulan terakhir. Kelumpuhan logistik ini sangat tercermin dalam indikator upstream, total produksi minyak bumi OPEC anjlok sebesar 830.000 barel per hari pada April menjadi hanya 20,04 juta bph yakni tingkat produksi terendah yang tercatat dalam lebih dari dua dekade.

Tekanan upstream terus meningkat ini aktif mendistorsi arus downstream transatlantik dan Asia. Ekspor minyak bumi Arab Saudi ke China diperkirakan akan kembali turun pada Juni karena kilang Asia menolak risiko perang sangat tinggi, memaksa pusat impor utama agresif mencari sumber alternatif.

Sebagai konsekuensinya, Jepang mengamankan pengiriman minyak bumi Azerbaijan pertamanya sejak konflik dimulai untuk menggantikan barel Timur Tengah yang tertahan, sementara transit maritim terbatas melalui Selat Hormuz yang disengketakan kini semakin bergantung pada taktik “armada bayangan” untuk menghindari blokade angkatan laut aktif.


Written by: Aiman Haikal